Halaman

    Social Items

NisadeebaFashion dan NisadeebaSandal

Nisadeeba.com Tahun baru islam telah tiba. Orang  jawa menyebutnya dengan bulan suro. Apa yang ada di benakmu jika mendengar kata malam satu Suro? Satu Suro merupakan hari pertama dalam kalender Jawa yang  bersamaan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah. Meski hanya peralihan tahun, satu Suro dianggap keramat oleh banyak orang.

 

Karenanya, momen malam satu Suro kerap dijadikan momentum untuk melakukan berbagai ritual, terlebih bagi masyarakat Jawa. Karena telah disesuaikan dengan penanggalan hijriyah, ada banyak yang melatarbelakangi berbagai peristiwa penting di bulan Suro khususnya bagi umat Islam.

 

Berikut adalah berbagai ritual yang biasa dilakukan pada malam satu Suro:

1. Siraman.

Ritual ini dilakukan dengan cara mandi dengan menggunakan air dan kembang 7 rupa. Tujuannya yaitu menyucikan raga dan menjadi pertanda dimulainya segala hajat sepanjang bulan Muharam. Bentuk Hajatnya antara lain adalah menjaga dan menyucikan hati, pikiran, serta menjaga panca indera dari hal-hal negatif.

 

2. Mencuci Benda Pusaka. Ritual ini dilakukan dalam rangka merawat dan melestarikan warisan dan kenang-kenangan para leluhur yang merupa berbagai wujud. Pusaka merupakan hasil karya dalam bidang seni dan keterampilan yang diyakini mempunyai kesaktian.

 

3. Siapkan Sesaji. Ritual ini dilakukan dengan menyiapkan bunga setaman yang diletakkan di dalam wadah dengan air bening. Masing masing bunga yang digunakan sebagai sesaji mempunyai makna tertentu. Selain itu, masing-masing bunga juga melambangkan doa baik yang dipanjatkan kepada Tuhan.

 

4. Berziarah. Masyarakat akan berbondong-bondong berziarah ke makam para leluhurnya. Selain itu, tak jarang juga yang berziarah ke makam tokoh terkenal. Selain mendoakan, secara tidak langsung, ziarah juga sebagai bentuk penghormatan pada para leluhur yang telah wafat.

Salam,

Nisa Deeba

Malam Suro dan Ritualitas dibalik Nya

NISADEEBA

Nisadeeba.com Tahun baru islam telah tiba. Orang  jawa menyebutnya dengan bulan suro. Apa yang ada di benakmu jika mendengar kata malam satu Suro? Satu Suro merupakan hari pertama dalam kalender Jawa yang  bersamaan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah. Meski hanya peralihan tahun, satu Suro dianggap keramat oleh banyak orang.

 

Karenanya, momen malam satu Suro kerap dijadikan momentum untuk melakukan berbagai ritual, terlebih bagi masyarakat Jawa. Karena telah disesuaikan dengan penanggalan hijriyah, ada banyak yang melatarbelakangi berbagai peristiwa penting di bulan Suro khususnya bagi umat Islam.

 

Berikut adalah berbagai ritual yang biasa dilakukan pada malam satu Suro:

1. Siraman.

Ritual ini dilakukan dengan cara mandi dengan menggunakan air dan kembang 7 rupa. Tujuannya yaitu menyucikan raga dan menjadi pertanda dimulainya segala hajat sepanjang bulan Muharam. Bentuk Hajatnya antara lain adalah menjaga dan menyucikan hati, pikiran, serta menjaga panca indera dari hal-hal negatif.

 

2. Mencuci Benda Pusaka. Ritual ini dilakukan dalam rangka merawat dan melestarikan warisan dan kenang-kenangan para leluhur yang merupa berbagai wujud. Pusaka merupakan hasil karya dalam bidang seni dan keterampilan yang diyakini mempunyai kesaktian.

 

3. Siapkan Sesaji. Ritual ini dilakukan dengan menyiapkan bunga setaman yang diletakkan di dalam wadah dengan air bening. Masing masing bunga yang digunakan sebagai sesaji mempunyai makna tertentu. Selain itu, masing-masing bunga juga melambangkan doa baik yang dipanjatkan kepada Tuhan.

 

4. Berziarah. Masyarakat akan berbondong-bondong berziarah ke makam para leluhurnya. Selain itu, tak jarang juga yang berziarah ke makam tokoh terkenal. Selain mendoakan, secara tidak langsung, ziarah juga sebagai bentuk penghormatan pada para leluhur yang telah wafat.

Salam,

Nisa Deeba

No comments